IKATAN Alumni Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (IATI-ITB) memenuhi undangan Asian Productivity Organization (APO) untuk berpartisipasi dalam International Workshop on Human Capital Management in SMEs yang diselenggarakan bersama National Productivity Organization (NPO) Pakistan. Kegiatan berlangsung secara tatap muka selama empat hari, 27–30 Januari 2026, di Karachi, Pakistan.
Forum ini bukan seminar HR biasa, melainkan bagian dari strategi negara-negara Asia meningkatkan daya saing ekonomi melalui kualitas manusia, terutama untuk UMKM yang menyerap sebagian besar tenaga kerja regional.
Workshop internasional tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara anggota APO, antara lain Nepal, Filipina, Turki, Mongolia, Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Sri Lanka.
Pada acara tersebut, IATI ITB diwakili oleh Ketum IATI ITB, Safitri Siswono. Safitri pun mengungkapkan rasa syukurnya terkait diselenggarakannya acara tersebut.
“Alhamdulillah.. tahun ini IATI ITB mendapat berbagai undangan untuk mengikuti workshop dan conference, dari Asian Productivity Organization (APO) yg bermarkas di Tokyo, Jepang,” kata Safitri Siswono mengutip dari akun Instagram resminya @safitri_510.
Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat produktivitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
APO sendiri merupakan organisasi antarpemerintah kawasan Asia-Pasifik yang berfokus pada peningkatan produktivitas ekonomi melalui penguatan kapasitas SDM, inovasi, dan transfer pengetahuan.
Melalui kegiatan pelatihan, riset, serta workshop internasional, organisasi ini mendorong negara anggota untuk membangun ekonomi yang lebih kompetitif berbasis kualitas manusia.
Dalam workshop, pembahasan difokuskan pada pendekatan Human Capital Management (HCM), yakni pengelolaan SDM sebagai strategi bisnis, bukan sekadar fungsi administratif.
Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai aset utama organisasi yang berperan langsung terhadap kinerja, inovasi, serta keberlanjutan usaha.
Sejumlah topik yang dibahas meliputi pengembangan kepemimpinan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, keterlibatan karyawan, hingga adaptasi organisasi terhadap transformasi digital.
Selain itu, peserta juga mendiskusikan tantangan khas UMKM, seperti keterbatasan modal, kekurangan tenaga kerja terampil, serta kebutuhan penyusunan kerangka kerja dan tools HCM yang aplikatif dan selaras dengan tujuan bisnis.
Penyelenggara menekankan bahwa produktivitas UMKM sangat dipengaruhi kualitas tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan termotivasi.
APO sendiri mencatat UMKM menyumbang sekitar 70% lapangan kerja di negara-negara anggota, sehingga perbaikan pengelolaan SDM menjadi kunci bertahan di era teknologi dan kompetisi global.
Oleh karena itu, penguatan kebijakan yang berpusat pada manusia (people-centric) dinilai menjadi kunci ketahanan usaha di tengah disrupsi teknologi dan perubahan ekonomi global.
Hal itu sejalan dengan aspirasi dari CEO National Productivity Organization (NPO) Pakistan, Muhammad Alamgir Chaudhry, Ia menekankan bahwa inti peningkatan kinerja UMKM bukan teknologi dulu, tetapi manusia.
“Pertumbuhan produktivitas UMKM yang berkelanjutan bergantung pada kebijakan yang berpusat pada manusia dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, bagi IATI-ITB sendiri, partisipasi ini tidak sekadar menghadiri forum internasional, tetapi juga menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan global.
Kehadiran delegasi Indonesia membuka peluang adopsi praktik pengelolaan SDM internasional untuk diterapkan pada ekosistem UMKM di dalam negeri.
Melalui keterlibatan tersebut, IATI-ITB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kolaborasi global sekaligus mendorong penerapan praktik human capital management yang berdampak nyata.
Harapannya, hasil pembelajaran dari forum ini dapat memperkuat kualitas SDM dan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di tingkat internasional.





