Dari Hanggar Kampus ITB ke Airbus UK: Cerita Rivaldy Susilo Menembus Industri Dirgantara Global

Fachrizal Hutabarat

SALAH satu alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menembus perusahaan internasional terkemuka di Inggris. Cerita panjangnya mampu memberikan landscape bagi para mahasiswa & alumni ITB untuk menembus industri dirgantara global. 

Rivaldy Varianto Susilo (Teknik Dirgantara ITB 2010) kini bekerja sebagai Aerodynamics Engineer di Airbus UK, Bristol, menandai keberhasilan kariernya memasuki industri dirgantara global setelah melalui perjalanan profesional lebih dari satu dekade sejak masa kuliah.

Ketertarikan Rivaldy pada dunia dirgantara tumbuh sejak bangku kuliah. Di lingkungan kampus, ia meyakini bahwa seorang insinyur perlu memiliki spesialisasi yang benar-benar dikuasai, bukan sekadar memahami permukaan ilmu. 

Keyakinan inilah yang membawanya aktif dalam berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi. Pada 2013, ia menginisiasi Aksantara ITB, unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada riset dan pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat nirawak.

Baginya, setiap kisah sukses selalu menyimpan proses jatuh bangun yang panjang. “Percaya saja bahwa semua orang sukses yang teman-teman lihat, itu pasti sudah melewati banyak kegagalan dan jatuh bangun,” ungkapnya mengutip dari itb.ac.id pada 10 Februari 2025. 

Melalui project Aksantara, Rivaldy tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar memimpin tim, mengambil keputusan rekayasa, serta mengelola proyek berbasis riset. Pengalaman di lingkungan kampus tersebut menjadi fondasi penting sebelum ia benar-benar terjun ke dunia profesional.

Menapaki Industri dari Tahap Awal

Selepas lulus, perjalanan karier Rivaldy tidak langsung membawanya ke perusahaan dirgantara global. Pada periode 2015–2016, ia bergabung dengan Aerogeosurvey sebagai Chief of Technical & Engineering. 

Di fase ini, ia mulai bersentuhan langsung dengan tantangan industri: mengelola tim teknis, menjaga kualitas engineering, serta menjembatani kebutuhan bisnis dan teknis dalam satu keputusan.

Langkah berikutnya datang pada 2016, ketika ia bergabung dengan Airbus Helicopters Indonesia sebagai Production Controller. 

Lingkungan industri aviasi memperkenalkannya pada sistem kerja berstandar global—mulai dari manajemen produksi, pengendalian waktu, hingga koordinasi lintas fungsi. Kepercayaan yang dibangun secara bertahap kemudian membawanya mengemban peran sebagai Project Manager pada 2019–2021, mengelola proyek dengan kompleksitas tinggi dan standar keselamatan yang ketat.

Di luar pekerjaan, Rivaldy juga aktif mengembangkan diri. Pada 2018–2019, ia terlibat sebagai British Council Ambassador, sebuah peran yang memperluas wawasannya tentang kolaborasi internasional dan pengembangan talenta lintas negara.

Belajar, Gagal, dan Bertahan

Keinginan untuk memperkuat fondasi akademik dan manajerial mendorong Rivaldy melanjutkan studi S2 Aerospace Engineering Management di University of Glasgow, Inggris. 

Selama di sana, ia aktif membangun jejaring profesional sekaligus mencoba berbagai peluang karier di tingkat global.

Proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia menghadapi penolakan berulang kali, bahkan dari perusahaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

“Saya mendaftar lebih dari 100 posisi di internal Airbus dan gagal. Tapi ya tinggal coba lagi saja sampai berhasil,” ujarnya mengutip dari situs itb.ac.id.

Bagi Rivaldy, kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari pembelajaran. Ia sempat kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier di Airbus Helicopters Indonesia sebelum kembali mencoba peluang global. 

Ketekunan tersebut akhirnya berbuah hasil. Sejak 2022, ia resmi bergabung sebagai Aerodynamics Engineer di Airbus UK, Bristol—sebuah titik penting dari perjalanan yang dibangun lebih dari satu dekade.

Membuka Jalan bagi Generasi Berikutnya

Tak berhenti pada pencapaian personal, Rivaldy juga aktif berbagi pengalaman. Ia terlibat sebagai Career Mentor di YIPA UK (2024–2025) serta menjalankan peran sebagai Talent Advisor

Pada 2025, ia juga mendirikan Get Karier, sebuah platform pengembangan karier dan personal yang bertujuan membuka akses, wawasan, serta keberanian bagi profesional muda Indonesia untuk bersaing di level nasional maupun global.

Perjalanan Rivaldy Varianto Susilo menjadi cerminan bahwa mimpi besar layak diperjuangkan dengan kesabaran, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar—dari ruang-ruang riset di kampus hingga industri dirgantara kelas dunia.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post