DUA alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tampil sebagai pemenang nasional dalam ajang prestisius Study UK Alumni Awards 2026, yang digelar oleh British Council di Jakarta.
Dalam malam penganugerahan pada 6 Februari 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Muh Agung Saputra (BI’13) CEO Surplus dan Mega Saffira (KR’09) Dosen dari Esmod Jakarta berhasil meraih apresiasi tertinggi di kategori masing-masing, mewakili kiprah alumni Indonesia di panggung global.
Country Director British Council Indonesia, Summer Xia, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar penghormatan simbolis, melainkan pengakuan atas dampak nyata yang dihasilkan oleh alumnus pendidikan Inggris dalam berbagai bidang.
“Melalui ajang ini, kita dapat melihat dampak nyata pendidikan UK dalam membentuk pemimpin masa depan,” kata Summer Xia mengutip dari olenka.id.
Dalam Study UK Alumni Awards 2026, terdapat empat kategori penghargaan dengan total 12 finalis nasional. Keempat kategori tersebut adalah:
- Business and Innovation.
- Culture, Creativity and Sport (kategori baru 2026).
- Science and Sustainability.
- Social Action.
Penambahan kategori Culture, Creativity and Sport menunjukkan semakin beragamnya kontribusi alumni pendidikan Inggris, tidak hanya di ranah bisnis dan sosial, tetapi juga dalam budaya dan olahraga.
Daftar Pemenang Nasional Indonesia
Business & Innovation
- Muh Agung Saputra — Imperial College London (Alumni ITB)
Culture, Creativity & Sport
- Dinda Intan Pramesti Putri — Queen Margaret University
Science & Sustainability
- Dr. Dewi Nur Aisyah — University College London & Imperial College London
Social Action
- Mirza Idham Saifuddin — University of Warwick
- Mega Saffira — (Pemenang kategori Social Action) (Alumni ITB)
Profil Singkat M. Agung Saputra (BI’13)
Muh Agung Saputra merupakan pendiri dan CEO Surplus Indonesia, platform climate-tech yang membantu pelaku usaha menyalurkan produk tak terjual agar tidak menjadi limbah, sekaligus memperluas akses pangan terjangkau melalui model ekonomi sirkular. Alumni S1 Biologi ITB ini melanjutkan studi MSc Environmental Technology di Imperial College London, dengan ketertarikan pada isu ketahanan pangan yang berakar dari pengalaman masa kecilnya di Papua.
Inovasinya kini berkembang tidak hanya pada penyelamatan makanan, tetapi juga pemanfaatan teknologi untuk mencegah limbah di berbagai sektor, dan atas kiprahnya ia pernah masuk daftar Forbes Asia 30 Under 30 serta meraih APEC BCG Award 2024 dan UNDP Impact Award SDG Sprint 2025, sembari aktif memperkuat jejaring alumni sebagai Vice President Imperial College Alumni Association Indonesia.
Dalam Study UK Alumni Awards 2026, Muh Agung Saputra meraih penghargaan kategori Business and Innovation, yang diberikan kepada alumni perguruan tinggi Inggris dengan terobosan bisnis atau teknologi berdampak luas. Ia dinilai berhasil menerapkan pengetahuan akademiknya melalui Surplus Indonesia, platform climate-tech yang menyalurkan produk tak terjual dari pelaku usaha agar tidak menjadi limbah sekaligus memperluas akses pangan terjangkau, sehingga menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Profil Singkat Mega Saffira (KR’09)
Dalam ajang Study UK Alumni Awards 2026, Mega Saffira alumni Kriya ITB angkatan 2009 menerima penghargaan pada kategori Culture, Creativity and Sport. Kategori ini merupakan kategori baru yang diperkenalkan British Council untuk mengapresiasi alumni perguruan tinggi Inggris yang memberikan dampak melalui bidang seni, budaya, industri kreatif, maupun olahraga.
Penilaiannya tidak hanya melihat prestasi profesional, tetapi juga pengaruh sosial—yakni bagaimana karya, gagasan, atau aktivitas yang dilakukan mampu menjaga nilai budaya, menginspirasi publik, serta mendorong perubahan positif di masyarakat.
Penghargaan yang diterima Mega diberikan karena kiprahnya dalam mengembangkan fesyen berkelanjutan sekaligus pelestarian tekstil tradisional Indonesia. Melalui perannya sebagai pengajar, Ia berperan sebagai pengajar di ESMOD Jakarta sekaligus peneliti tekstil tradisional melalui inisiatif The Textile Map, yang berfokus pada pemetaan serta pengenalan kembali warisan kain Nusantara. Ia dinilai berhasil menjembatani pendidikan internasional yang diperoleh di Inggris dengan praktik kreatif di Indonesia.
Kontribusinya dipandang tidak hanya menghasilkan karya desain, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda terhadap identitas budaya dan keberlanjutan, sehingga selaras dengan tujuan Study UK Alumni Awards yang menyoroti alumni dengan dampak nyata bagi komunitas dan sektor kreatif.
Jejak Global, Dampak Nasional
Study UK Alumni Awards 2026 menjadi bukti bahwa lulusan Indonesia, termasuk dari ITB, mampu mentransformasikan pengalaman belajar di luar negeri menjadi manfaat nyata bagi tanah air. Keberhasilan Agung Saputra dan Mega Saffira menjadi inspirasi bahwa perjalanan akademik adalah fondasi dari kolaborasi lintas sektor, perubahan sosial, dan terobosan inovatif.
Sebagai bagian dari komunitas alumni, capaian Agung Saputra dan Mega Saffira turut memperlihatkan kuatnya jejaring kealumnian ITB yang tidak berhenti pada relasi profesional, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi gagasan dan kontribusi publik.
Pengalaman global yang mereka peroleh kemudian kembali diproyeksikan ke Indonesia melalui inovasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, mencerminkan semangat bahwa identitas alumni bukan hanya melekat pada almamater, melainkan pada tanggung jawab untuk memberi dampak nyata bagi bangsa.





