Oki Earlivan Resmi Dilantik sebagai Ketum IA-ITB Jakarta 2026–2030, Bawa Semangat Kolaborasi untuk Jakarta dan Indonesia

Fachrizal Hutabarat

Oki Earlivan Sampurno (SBM’04) resmi dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Jakarta periode 2026–2030. Pengukuhan kepengurusan baru tersebut berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IA-ITB Jakarta di Ballroom Four Seasons Hotel Jakarta.

Pelantikan tersebut mengusung tema “Simpul Talenta, Kekuatan Bangsa: Bersama Alumni ITB Jakarta Menggerakkan Indonesia.” Momentum ini sekaligus menandai dimulainya masa bakti Oki bersama jajaran pengurus IA-ITB Jakarta untuk periode 2026–2030.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Menteri Lingkungan, Jumhur Hidayat, serta Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Agustin Peranginangin.

Oki sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum IA-ITB Jakarta melalui Kongres Daerah IA-ITB Jakarta yang berlangsung pada Juni 2026. Dalam kepemimpinannya, Oki membawa semangat penguatan jejaring alumni melalui kolaborasi lintas bidang dan sektor.

Prosesi pengukuhan diawali dengan penyerahan pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB, Agustin Peranginangin, kepada Oki Earlivan. Penyerahan pataka tersebut menjadi simbolisasi pengalihan tanggung jawab kepemimpinan dan dimulainya masa kepengurusan baru IA-ITB Jakarta.

Dalam sambutannya, Oki menekankan pentingnya melakukan penguatan kembali terhadap jejaring internal organisasi serta membangun kembali koneksi antarsesama alumni.

“Kami ingin reconnect & re-strengthen kepengurusan,” ujar Oki saat membuka pidato jalannya acara.

Luncurkan 11 Program Kerja

Dalam kesempatan tersebut, IA-ITB Jakarta juga memperkenalkan 11 program kerja yang akan menjadi bagian dari agenda kepengurusan selama periode 2026–2030.

Sebelas program tersebut meliputi Rumah Singgah IA-ITB Jakarta, IA-ITB Jakarta Connect, Srikandi IA-ITB Jakarta Heritage, IA-ITB Jakarta Policy Forum, Jakarta Startup Incubation & VC, IA-ITB Jakarta Marketplace & UMKM, IA-ITB Jakarta Entrepreneurship Awards, 1.000 Mentor & 5.000 Mentees, Jakarta Company Connection, Majalah Alumnia, serta Ganesha Entrepreneur Spotlight.

Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas alumni sekaligus membuka ruang kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari sosial, kebijakan publik, kewirausahaan, investasi, pendidikan, hingga pengembangan jejaring profesional.

Pesan Ketum PP IA-ITB

Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB, Agustin Peranginangin, dalam sambutannya menekankan pentingnya hubungan yang erat antara organisasi alumni dan almamater.

Menurut Agustin, keberadaan IA-ITB tidak dapat dipisahkan dari ITB sebagai almamater. Karena itu, ia mendorong IA-ITB Jakarta untuk terus membangun semangat gotong royong dan memanfaatkan kepakaran para alumni untuk memberikan kontribusi kepada ITB.

“Kehadiran Ikatan Alumni tidak lepas dari ibu kami, ITB. Oleh karena itu, saya berharap Pengda Jakarta agar saling bergandeng dan bergotong royong dalam hal-hal yang bersifat kepakaran. Yang kita harapkan, kepakaran tersebut juga dapat disisihkan untuk ITB sebagai bakti kepada almamater,” ujar Agustin.

ITB Dorong Kolaborasi dan Dampak bagi Masyarakat

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dalam sambutannya menyampaikan visi ITB untuk berkembang menjadi universitas generasi keempat yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Ia menjelaskan perkembangan konsep universitas dari generasi pertama yang berfokus pada pendidikan (teaching university), generasi kedua yang menekankan riset (research university), hingga generasi ketiga yang mengembangkan kewirausahaan (entrepreneurial university).

Menurut Tatacipta, generasi keempat menekankan aspek partnership atau kemitraan, yaitu bagaimana perguruan tinggi dapat membangun kolaborasi dengan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.

«“ITB memiliki visi untuk menjadi universitas generasi keempat yang berdampak. Generasi pertama adalah teaching university, generasi kedua research university, generasi ketiga entrepreneurial university, dan generasi keempat adalah partnership—bagaimana universitas dapat memberikan dampak kepada masyarakat melalui kolaborasi,” ujar Tatacipta.

Ia menambahkan bahwa dampak yang dihasilkan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari kontribusi sosial serta peran dalam menjaga perdamaian dunia.

Tatacipta kemudian menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Oki Earlivan sebagai Ketua IA-ITB Jakarta periode 2026–2030.

“Selamat atas pelantikan Oki Earlivan sebagai Ketua Pengda IA-ITB Jakarta 2026–2030,” katanya.

Dengan kepengurusan baru dan 11 program kerja yang telah disiapkan, IA-ITB Jakarta periode 2026–2030 diarahkan untuk memperkuat peran alumni sebagai simpul talenta sekaligus membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi Jakarta dan Indonesia.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post