ITB Luncurkan Museum ITB untuk Abadikan 105 Tahun Inovasi dan IPTEKS

Fachrizal Hutabarat

ITB meluncurkan pembangunan Museum ITB sebagai pusat edutainment interaktif untuk mengabadikan 105 tahun perjalanan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sekaligus menginspirasi generasi mendatang.

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan pembangunan Museum ITB yang akan mengabadikan perjalanan 105 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia. 

Peluncuran pembangunan ini berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada Sabtu, 9 Agustus 2025, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan ITB, tokoh nasional, serta para tokoh alumni penting ITB nasional.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa pembangunan museum ini bukan sekadar membangun sebuah gedung baru, melainkan penanda penting sejarah pendirian ITB.

“Peristiwa ini bukan sekadar pembukaan sebuah gedung baru, melainkan sebuah penanda penting dalam perjalanan panjang Institut Teknologi Bandung, yang genap berusia 105 tahun,” kata Tatacipta mengutip dari situs resmi www.itb.ac.id pada 12 Agustus 2025.

Sementara itu, Ketua Museum ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng., menjelaskan bahwa museum ini akan menjadi center of edutainment yang menggabungkan pembelajaran dan hiburan bagi seluruh civitas akademika ITB.

Dermawan berharap, para pengunjung museum nantinya akan mendapatkan pengetahuan berbasis IPTEKS setelah melakukan kunjungan. 

“Melalui museum ini, kita ingin membentuk center of edutainment. Museum ini, melalui 360 Dome Theatre, akan menayangkan film-film yang memberikan edukasi kepada para pengunjung, di antaranya mengenai tsunami yang memuat penjelasan dari para ahli ITB,” kata Dermawan saat di acara. 

Museum ITB sendiri rencananya akan dibagi menjadi empat zona utama, yakni sejarah kampus, proses panjang riset dan inovasi, potret kehidupan sehari-hari sivitas akademika, serta peran tokoh-tokoh ITB dalam pembangunan bangsa. 

Seluruh zona akan dikemas dengan teknologi interaktif yang memadukan narasi sejarah dan elemen modern untuk menghadirkan pengalaman pengunjung yang imersif.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA) ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menyampaikan harapan jangka panjang dari proyek ini.

“Dengan adanya Museum ITB ini, harapannya ratusan tahun ke depan, ini akan menjadi sumber pengetahuan dan kebijaksanaan,” tuturnya.

Peluncuran pembangunan Museum ITB turut dihadiri oleh tokoh nasional dan alumni terkemuka seperti Theodore Permadi Rachmat, Hilmi Panigoro, Nurhayati Subakat, dan I Nyoman Nuarta

Acara peluncuran dimeriahkan dengan pemutaran video profil museum di 360 Dome Theatre, penandatanganan kanvas, tur area museum, serta pengenalan logo baru Museum ITB.

Museum ITB diharapkan menjadi “mercusuar pengetahuan” yang tidak hanya mengabadikan sejarah, tetapi juga menghubungkan masa lalu dan masa depan melalui semangat kolaborasi dan inovasi.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Museum ITB diharapkan menjadi ruang belajar yang hidup, terbuka, dan mampu memotivasi generasi mendatang untuk terus berinovasi demi masa depan bangsa.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post