IKATAN Alumni Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (IASR ITB) akan menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) atau Kongres sebagai forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan strategis lima tahun ke depan.
Kongres ini menjadi penanda berakhirnya masa bakti kepengurusan IASR ITB periode 2019–2025 sekaligus momentum konsolidasi alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB lintas angkatan.
Dalam proses penjaringan calon Ketua Umum IASR ITB periode 2026–2031, panitia telah membuka masa pendaftaran dan perpanjangan pendaftaran bakal calon.
Namun hingga seluruh tahapan tersebut ditutup, hanya satu bakal calon yang mendaftarkan diri. Setelah melalui proses verifikasi persyaratan, panitia menetapkan bahwa calon Ketua Umum IASR ITB periode 2026–2031 berjumlah satu orang atau calon tunggal, yakni Harry Anugrah Mawardi (DP’04).
Harry Anugrah Mawardi merupakan alumni FSRD ITB dengan latar belakang pendidikan S1 Desain Produk ITB angkatan 2004 dan S2 Desain ITB tahun 2010. Di luar aktivitas kealumnian, Harry dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi desain produk.
Ia berkiprah sebagai dosen Desain Produk dan aktif dalam pengembangan keilmuan desain, kewirausahaan, serta design thinking. Pengalamannya di industri kreatif telah terentang lebih dari satu dekade, dengan keterlibatan dalam berbagai proyek pengembangan produk, riset desain, hingga program kebijakan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Selain itu, Harry juga tercatat pernah terlibat dalam pengembangan usaha kreatif berbasis kerajinan dan desain produk, serta berperan dalam berbagai inisiatif kolaboratif antara dunia akademik, industri, dan pemerintah daerah.
Dengan status calon tunggal, Harry akan dibawa ke Forum Kongres untuk mendapatkan persetujuan peserta RUA sebagai Ketua Umum IASR ITB periode 2026–2031.
Meski demikian, proses penetapan Ketua Umum tetap mensyaratkan tahapan penguatan legitimasi. Panitia menegaskan bahwa penetapan hanya dapat dilakukan setelah calon memenuhi sejumlah ketentuan, baik sebelum maupun pada saat pelaksanaan Kongres.
Tahapan tersebut meliputi sosialisasi persona, visi, misi, serta rencana program kerja kepada alumni, mengikuti fit and proper test yang dilaksanakan oleh Panelis Ad Hoc dari unsur kelembagaan perkumpulan dan pakar profesional, serta pemaparan visi, misi, dan rencana program kerja di hadapan peserta Kongres yang disertai sesi tanya jawab.
Ketentuan mengenai penetapan calon Ketua Umum tunggal dan mekanisme pengesahan Ketua Umum terpilih ini diatur secara resmi dalam Dokumen Peraturan Panitia Penyelenggara RUA Perkumpulan Insan Seni Rupa 2026 Nomor 03/SC-RUA/I/2026 tentang Penetapan Calon Ketua Perkumpulan Insan Seni Rupa 2026–2031 serta Mekanisme Pengesahan Ketua Umum Terpilih.
Kongres IASR ITB dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Gedung Aula Barat ITB, Jalan Ganesha No. 10, Bandung. Adapun agenda kegiatan Kongres IASR ITB 2026 direncanakan sebagai berikut:
- 08.00–09.00: Registrasi peserta
- 09.00–09.30: Pembukaan acara
- 09.30–10.30: Sidang Pleno I – Penetapan dan pengesahan Anggaran Dasar Perkumpulan Insan Seni Rupa
- 10.30–12.00: Sidang Pleno II – Laporan pertanggungjawaban Pengurus IASR ITB periode 2019–2025
- 12.00–13.00: Ishoma dan hiburan
- 13.00–14.30: Sidang Pleno III – Pemilihan dan penetapan Dewan Pengawas IASR ITB serta penetapan Ketua IASR ITB periode 2026–2031
- 14.30–15.00: Pelantikan Ketua IASR ITB
- 15.00–selesai: Hiburan (konser)
Melalui Kongres ini, IASR ITB diharapkan tidak hanya menetapkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat legitimasi organisasi serta memperteguh peran alumni seni rupa dan desain ITB dalam pengembangan ekosistem seni, industri kreatif, dan kontribusi sosial yang lebih luas.





