Rektor ITB Berangkatkan Tim Ekspedisi Patriot untuk Perkuat Ekonomi Transmigrasi Berdampak

Fachrizal Hutabarat

Rektor ITB resmi melepas Tim Ekspedisi Patriot sebagai upaya kolaboratif memperkuat ekonomi kawasan transmigrasi sekaligus memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dan civitas akademika ITB.

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) resmi melepas Tim Ekspedisi Patriot pada Sabtu, 23 Agustus 2025, bertempat di Aula Barat Kampus Ganesha, Bandung. Pelepasan tim ekspedisi itu dipimpin oleh Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara.

Menurutnya, program ini lebih dari sekadar perjalanan akademik, program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali potensi Indonesia secara mendalam, memahami realitas tantangan di lapangan, serta merancang solusi nyata bagi masyarakat transmigrasi 

“Program ini bukan sekadar perjalanan, tetapi kesempatan untuk mengenal potensi Indonesia secara langsung, memahami tantangan di lapangan, dan membangun solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat transmigrasi,” kata Tatacipta Dirgantara mengutip dari akun resmi itb.ac.id pada 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Transmigrasi Patriot yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi. Tujuan utamanya adalah memperkuat keterpaduan ekonomi di kawasan transmigrasi dan memperluas persebaran potensi nasional. 

Sementara itu, Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITB, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., MIP., menyampaikan bahwa ITB menjadi salah satu dari tujuh perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi dalam pelaksanaan program ini. 

“Tahun ini ITB mengirimkan tim yang mengusung tujuh tema kegiatan, tersebar di 29 lokus di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua,” ujarnya mengutip dari situs resmi itb.ac.id.

Sebagai salah satu dari tujuh perguruan tinggi mitra bersama UI, IPB, UGM, UNPAD, UNDIP, dan ITS, ITB mengirim tim yang mengusung tujuh tema kegiatan, tersebar di 29 lokasi (lokus) dari Sumatera hingga Papua.

Setiap tim nantinya dipimpin oleh dosen ITB dan beranggotakan mahasiswa, alumni, serta mahasiswa dari universitas mitra, menghadirkan kolaborasi multidisiplin menuju pembangunan lokal yang inklusif. 

Dalam kurun waktu empat bulan, tim akan menghasilkan tujuh luaran strategis, antara lain; Kebijakan infrastruktur yang relevan dengan kebutuhan lokal, Model kelembagaan ekonomi, Strategi pencegahan konflik, Inovasi teknologi tepat guna, Kajian potensi pelabuhan transit, hingga Perencanaan pengembangan komoditas unggulan wilayah tertentu. 

Latar Belakang Program Tim Ekspedisi Patriot

Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) merupakan bagian dari inisiatif Kementrian Transmigrasi, bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi termuka di Indonesia, adalah sebuah gerakan kolaboratif antara Kementerian Transmigrasi dengan tujuh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. 

Misinya adalah mengirim para talenta, dosen, mahasiswa, dan alumni ke 154 kawasan transmigrasi dari Aceh hingga Papua, untuk memperkuat transformasi sosial-ekonomi berbasis potensi lokal.

Dengan motto “Patriot Berkarya, Bangsa Berjaya”, program ini menyasar ratusan peserta yang melewati seleksi ketat, kuota awal 2.000 peserta namun menerima reaksi positif tinggi dari dunia pendidikan. 

TEP disebut sebagai gerakan nasional untuk mencetak generasi muda yang hadir sebagai motor perubahan di desa-desa transmigrasi.

Para peserta menjalani pelatihan komprehensif riset pendek, mapping potensi, perencanaan investasi, desain kelembagaan ekonomi, vokasi, pendampingan usaha, hingga sertifikasi kompetensi. 

Semua ini dirancang untuk menghasilkan sekitar 400 output strategis, seperti laporan riset, rekomendasi kebijakan, dan peta potensi wilayah.  

Program ini juga menyasar implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Asta Cita, dengan fokus pada swasembada pangan dan energi, layanan kesehatan, pendidikan, investasi, serta pertahanan dan keamanan di wilayah terpencil.

ITB, melalui kontribusinya dalam Ekspedisi Patriot, tidak hanya menyokong pembangunan ekonomi kawasan transmigrasi, tetapi juga menghadirkan pembelajaran hidup dan lintas-disiplin yang memperkaya pengalaman mahasiswa. 

Program ini adalah contoh kuat dari integrasi riset, pengabdian, dan kebijakan menjadi pondasi untuk masa depan pembangunan berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.

Sumber: itb.ac.id.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post