PRESTASI membanggakan kembali ditorehkan oleh ilmuwan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Dr.rer.nat Rino Rakhmata Mukti (KI’95), dosen dan peneliti dari Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, berhasil meraih Habibie Prize 2025 untuk kategori Ilmu Pengetahuan Dasar berkat inovasinya dalam mengembangkan zeolit berbasis sekam padi.
Penghargaan bergengsi yang digagas oleh The Habibie Center ini diberikan kepada tokoh-tokoh Indonesia yang berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1999.
Habibie Prize menjadi simbol apresiasi terhadap insan ilmuwan yang meneruskan semangat dan visi almarhum B.J. Habibie dalam memajukan bangsa melalui sains dan teknologi.
Dalam penelitiannya, Dr. Rino berhasil menciptakan zeolit hijau yang berasal dari sekam padi, limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang begitu saja.
Risetnya memanfaatkan limbah pertanian (sekam padi) untuk dikonversi menjadi zeolit sintetis, yaitu mineral aluminosilikat terhidrasi dengan struktur kristal berpori yang memiliki kemampuan menyerap, menyaring, dan bertukar ion.
Zeolit hasil pengembangan tersebut dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk pengolahan air, pertanian, hingga proses penyulingan minyak bumi.
Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemajuan di bidang sains material, tetapi juga menjadi solusi nyata terhadap permasalahan energi dan lingkungan.
“Indonesia mengkonsumsi sekitar 36 juta ton beras per tahun, dan dari situ limbah sekamnya luar biasa banyak. Prinsipnya, jangan biarkan limbah berakhir di tempat sampah, jadikan sumber daya baru,” ujar Rino Rakhmata Mukti mengutip dari itb.ac.id.
Zeolit sekam padi berpotensi digunakan untuk penyimpanan energi dan konversi bahan bakar bersih, seperti hidrogen atau biofuel. Inovasi ini mendukung transisi menuju energi hijau yang sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular.
“Indonesia kaya akan sumber daya biomassa seperti sekam padi. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengubahnya menjadi material bernilai tinggi yang mendukung ekonomi hijau,” ujar Dr. Rino dalam salah satu wawancaranya.
Lebih dari sekadar riset laboratorium, inovasi zeolit sekam padi ini membawa dampak luas. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi material industri berteknologi tinggi membantu mengurangi jejak karbon, meningkatkan nilai ekonomi lokal, dan memperkuat prinsip ekonomi sirkular.
Dengan bahan baku yang melimpah di berbagai daerah, teknologi ini juga berpotensi membuka peluang usaha baru di tingkat masyarakat desa.
Di sisi akademik, karya Dr. Rino turut memperkaya penelitian di bidang kimia material dan energi bersih. Zeolit hijau karyanya dapat diaplikasikan dalam proses penyimpanan energi, pemurnian air, hingga konversi bahan bakar ramah lingkungan, menjadikannya salah satu terobosan penting dalam upaya menuju masa depan yang berkelanjutan.
Habibie Prize 2025 menjadi pengakuan atas dedikasi panjang Dr. Rino dalam menjembatani sains dasar dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penelitian bukan sekadar mencari pengetahuan baru, tetapi bagaimana hasilnya bisa berdampak bagi kehidupan manusia,” tutur Dr. Rino.
Dengan prestasi ini, Dr. Rino Rakhmata Mukti menegaskan kembali peran ITB sebagai pusat lahirnya inovasi unggul dan ilmuwan berdedikasi tinggi untuk kemajuan Indonesia.
Semangat keilmuannya sejalan dengan warisan visi Prof. B.J. Habibie, bahwa ilmu pengetahuan adalah jembatan menuju kemandirian bangsa.
Latar Belakang dan Kontribusi Ilmiah
Dr. Rino Rakhmata Mukti menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Kimia angkatan 1995, Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Teknologi Malaysia, dan meraih gelar doktor dari Technical University Munich, Jerman.
Ia kini menjabat sebagai lektor kepala dan peneliti di Kelompok Keahlian Kimia Anorganik dan Fisik ITB dengan fokus riset pada material berpori (“porous nanostructured materials”) dan katalisis.
Fokus risetnya meliputi salah satu bidang penelitian utama yang digeluti Dr. Rino Rakhmata Mukti adalah pengembangan zeolit sintetik dan material berpori lainnya untuk aplikasi katalitik, terutama dalam bidang energi, lingkungan, dan pengolahan bahan bakar.
Ia berupaya menciptakan material yang tidak hanya efisien secara ilmiah, tetapi juga ramah lingkungan serta relevan dengan kebutuhan industri nasional.
Salah satu riset praktisnya yang menonjol adalah pemanfaatan limbah sekam padi sebagai bahan baku zeolit, sebuah inovasi yang memungkinkan terciptanya material katalis terbarukan dan murah dari sumber daya lokal.
Selain itu, Dr. Rino juga aktif menulis publikasi ilmiah dan mengembangkan paten di bidang material katalis dan zeolit bebas agen struktur organik (OSDA-free). Penelitiannya mencakup eksplorasi transformasi antar-zeolit, yang membuka peluang untuk menghasilkan material dengan karakteristik baru tanpa bergantung pada bahan kimia mahal atau berbahaya.

Dengan pendekatan tersebut, kontribusinya tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam riset material maju, tetapi juga mendorong penerapan prinsip kimia hijau yang berkelanjutan.
Sebagai akademisi dan ilmuwan, Dr. Rino dikenal memiliki visi kuat dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan di Indonesia. Ia mendorong kolaborasi antara kampus, industri, dan lembaga riset agar inovasi yang lahir dari laboratorium dapat terimplementasi secara nyata di masyarakat.
Tentang Habibie Prize 2025
Habibie Prize merupakan penghargaan nasional tahunan yang diberikan kepada individu atau kelompok yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu kedokteran, ilmu sosial dan humaniora, serta kebudayaan.
Didirikan oleh The Habibie Center, penghargaan ini terinspirasi dari dedikasi Prof. B.J. Habibie dalam membangun Indonesia berbasis pengetahuan, teknologi, dan kemandirian riset.
Pada tahun 2025, penghargaan ini diberikan kepada lima tokoh terpilih, yaitu Dr. Rino Rakhmata Mukti (Ilmu Pengetahuan Dasar), R. Tedjo Sasmono (Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi), Anuraga Jayanegara (Ilmu Rekayasa), Prof. Jimly Asshiddiqie (Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum), serta Prof. Muhammad Quraish Shihab (Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan).
Acara penganugerahan Habibie Prize 2025 digelar pada Senin, 10 November 2025, di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta perwakilan lembaga riset.
Melalui penghargaan ini, The Habibie Center berharap semangat inovasi dan dedikasi ilmiah para penerima dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.





