ESTAFET kepemimpinan para alumni ITB kembali berlanjut dalam bidang perencanaan wilayah dan kota Indonesia. Adriadi “Dimas” Dimastanto (PL’03) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia periode 2025–2028 dalam Kongres Nasional IAP ke-XIV di Kepulauan Riau.
Ia menggantikan Hendricus Andy Simarmata (PL’96) yang telah memimpin organisasi tersebut sejak 2019-2025. Kongres ini dihadiri lebih dari 100 perencana dari 34 provinsi dan dirangkai dengan seminar nasional, sesi jejaring, hingga forum policy-brief lintas daerah.
Dalam pidato perdananya, Dimas menegaskan bahwa visi utama kepemimpinannya adalah meningkatkan kapasitas anggota IAP melalui penguatan advokasi eksternal.
“Advokasi-advokasi eksternal berujung untuk kepentingan anggota, tentunya sesuai dengan norma, aturan, regulasi dan lainnya,” ucap Dimas usai terpilih secara aklamasi dalam Kongres IAP yang berlangsung di Kepulauan Riau pada Kamis, 13 November 2025 mengutip dari Sindonews.
Selain itu, Dimas juga menegaskan akan melanjutkan program yang telah sukses dijalankan kepengurusan sebelumnya. Dengan semangat kolaborasi, Dimas meyakini IAP dapat memajukan anggotanya dan tentunya untuk kemajuan praktik perencanaan wilayah dan kota di Indonesia.
“Ketika anggota-anggota kita baik, maka praktik perencanaan wilayah dan kota di Indonesia juga akan baik. Muaranya ke sana, bagaimana kita memperbaiki kondisi di lapangan, tentu lewat anggota-anggota kita,” jelas Dimas yang pernah meraih penghargaan Merit Award for Excellence dalam acara International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) Awards for Excellence 2022.
Dimas menyebut ada sejumlah tantangan global yang akan menjadi orientasi kerja IAP ke depan. Perubahan iklim yang tidak pasti, hilangnya keanekaragaman hayati, berbagai isu lingkungan, serta disrupsi teknologi menjadi faktor penentu arah pembaruan kapasitas anggota.
IAP di bawah kepemimpinannya akan fokus menyiapkan para ahli perencana agar memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan besar tersebut. Pendekatan ini, menurut Dimas, penting untuk memastikan bahwa profesi perencanaan tetap relevan, berintegritas, dan berdaya saing dalam menghadapi transformasi sosial-ekologis yang terus berlangsung.
Sementara itu, Adhamaski Pangeran (PL’08), Ketua IAP Jakarta, juga meyakini bahwa Dimas memiliki kapasitas untuk membawa organisasi jauh lebih hebat ke depan.
“Saya yakin Mas Dimas akan membawa IAP jauh lebih hebat ke depan dan memberikan manfaat bagi anggota,” jelas Adhamaski.
Kongres Nasional Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) ke-XIV dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan dihadiri pula Bupati Bintan Robi Kurniawan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar serta diikuti oleh lebih dari 100 perencana wilayah dan kota dari 34 provinsi di Indonesia, serta melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, mitra profesional, dan sektor swasta.
Rangkaian kegiatan meliputi seminar nasional yang membahas strategi pengintegrasian perencanaan kota dan infrastruktur wilayah secara berkelanjutan, khususnya jembatan dan pulau-pulau kecil.
Selain itu, akan digelar networking event dan sesi forum rembuk 100 perencana dari 34 provinsi untuk merumuskan policy brief.
Pada momentum yang sama, Teti Armiati Argo (PL’83) juga ditetapkan sebagai Ketua Majelis Kode Etik IAP periode baru menggantikan ketua majelis sebelumnya, sekaligus Ketua IAP Indonesia periode 2016-2019 yaitu Bernardus Djonoputro (PL’83).
Profil Singkat Adriadi Dimastanto
Adriadi “Dimas” Dimastanto adalah seorang perencana kota yang kini menjabat sebagai Managing Director di Nusantara Urban Advisory (NUA). Ia merupakan lulusan sarjana prodi PWK ITB angkatan 2003 dan magister urban design dari Universitas Indonesia tahun 2011 lalu.
Ia dikenal aktif dalam berbagai inisiatif perencanaan wilayah dan kota, serta memiliki rekam jejak profesional yang kuat di bidang kebijakan urban dan strategi pembangunan.
Dalam perjalanannya, Dimas juga pernah meraih Merit Award for Excellence dari International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) pada 2022, sebuah penghargaan yang memperkuat reputasinya di tingkat internasional. Kini ia dipercaya memimpin IAP Indonesia periode 2025–2028 setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres Nasional IAP ke-XIV.
Dengan terpilihnya Adriadi Dimastanto, kesinambungan kepemimpinan alumni ITB di IAP kembali menunjukkan peran strategis alumni ITB dalam memajukan profesi perencanaan nasional.
Semangat estafet ini menjadi modal penting bagi IAP untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi para perencana dalam pembangunan Indonesia.





