BANDUNG bersiap untuk momen yang tidak biasa, dan mungkin hanya terjadi sekali dalam sejarah. Dalam konser “Tribute to Queen: A Bandung Kind of Magic” yang akan digelar di Sabuga ITB mendatang, bukan hanya aksi panggung ala Freddie Mercury yang ditunggu, tetapi juga kemunculan spektakuler Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., yang akan ‘manggung’ bareng dengan impersonator internasional Alfred Ayal, sang peniru Freddie Mercury legendaris.
Dalam momen langka ini, sang Rektor akan menampilkan sisi lain dirinya melalui penampilan bernuansa rock ala era 70an. Lagu yang akan dibawakan masih dirahasiakan hingga hari acara, menambah unsur kejutan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Kolaborasi ini bukan sekadar hiburan; ini adalah ajakan terbuka dalam bentuk simbolik dari Rektor ITB kepada alumni ITB dan masyarakat untuk berkontribusi pada masa depan pendidikan Indonesia melalui program Dana Lestari ITB.
Konser ini menjadi edisi ke-7 dari Waktu Indonesia Tribute (WIT), tetapi atmosfernya dijanjikan akan benar-benar berbeda. WIT tahun ini mengusung konsep “sounds like and looks like” yang berfokus pada keotentikan pengalaman.
Penonton akan disuguhi detail yang menyerupai konser orisinal Queen, mulai dari tata cahaya, tata panggung, hingga kostum yang dirancang sedemikian rupa untuk merepresentasikan masa kejayaan band legendaris itu.
Musik rock klasik akan bersanding dengan misi mulia, 20 persen dari total penjualan tiket akan disalurkan langsung untuk Dana Lestari ITB, mendukung beasiswa, riset, dan keberlanjutan kegiatan kampus.
Penampilan sang rektor di panggung menjadi simbol kuat bahwa gerakan kontribusi bagi almamater dapat dilakukan lewat cara yang menyenangkan, kreatif, dan relevan dengan semangat generasi muda serta alumni.
Di sisi lain, aksi Alfred Ayal kembali menjadi magnet utama, menghadirkan energi dan karakter panggung Freddie Mercury secara autentik—mulai dari vokal, kostum, hingga gestur khas Wembley 1986.
Dengan kolaborasi ini, Tribute to Queen bukan hanya nostalgia, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan komunitas alumni ITB: bersenang-senang bersama, bernyanyi sekuat hati, dan sekaligus membangun masa depan pendidikan Ganesha.
Konser ini akan digelar pada 29 November 2025 pukul 18.30 WIB di Sabuga ITB, Bandung. Untuk alumni dan masyarakat yang ingin menjadi bagian dari malam bersejarah ini, informasi harga tiket masuk selengkapnya dapat diperoleh melalui bit.ly/WITQueenITB.
Sebuah malam penuh musik, memori, dan kontribusi — karena menjadi “champions” bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga soal kembali memberi.
Satu tiket bukan sekadar akses menonton konser—ini adalah bentuk nyata kontribusi dan cinta untuk almamater. Sudah siap menyanyikan “We Are The Champions” sambil berbuat baik untuk ITB?





