Mendiktisaintek Bicara Kepemimpinan Berintegritas di Leadership Night SBM ITB 2025

Fachrizal Hutabarat

ISU kepemimpinan berintegritas dan ketangguhan menghadapi disrupsi global kembali mengemuka dalam Leadership Night SBM ITB 2025 yang diselenggarakan di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom Jakarta pada Rabu 17 Desember 2025 malam. 

Pada Leadership Night edisi 2025 ini, turut hadir beberapa tokoh penting alumni ITB seperti Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, dan Yani Panigoro selaku komisaris Medco Energy. 

Selain itu, juga hadir para alumni ITB entrepreneur ternama yang sukses seperti Haidhar Wurjanto CEO Es Teh Indonesia, Dimas Ramadhan Pangestu founder Meatguy Steakhouse, Zaky Muhammad Syah CEO dibimbing.id, dan Ahmad Nurul Fajri selaku founder dari luxcrime.com.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto diundang sebagai pembicara utama untuk membahas urgensi kepemimpinan berintegritas dan berdaya tahan (endurance leadership). Topik ini menjadi penting untuk menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk melompat di tengah ketidakpastian global. 

“Berbagai ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi ekonomi, sering kali menimbulkan kecemasan. Namun bagi negara seperti Indonesia, justru di situlah peluang muncul. Di situ, pemimpin yang baik bisa melihat sebagai cara untuk berkembang,” kata Menteri Brian mengutip dari situs resmi Kemendiktisaintek.

Menteri Brian melanjutkan, keinginan Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi tidak dapat dicapai tanpa kepemimpinan yang berakar pada integritas, ketangguhan, dan keberanian mengambil keputusan strategis berbasis sains dan teknologi. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun bukanlah hal mustahil, tetapi membutuhkan lompatan besar melalui penguatan industri berbasis teknologi dan riset yang berkelanjutan. Di sini, peran sentral dipegang oleh perguruan tinggi.

Untuk mewujudkan perkembangan tersebut, kepemimpinan akademik dan lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki daya tahan menghadapi tekanan, kegagalan, dan perubahan yang cepat.

“Kampus adalah motor penggerak perubahan, harus berkembang menjadi klaster pertumbuhan ekonomi yang melahirkan industri bernilai tambah tinggi,” tegas Menteri Brian.

Untuk mewujudkan perkembangan tersebut, kepemimpinan akademik dan lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki daya tahan menghadapi tekanan, kegagalan, dan perubahan yang cepat.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa “Leadership Night” dirancang sebagai ruang strategis untuk membangun kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas. Ia menekankan bahwa pemimpin masa depan tidak cukup hanya menjalankan panduan tekstual, tetapi harus tangguh secara teknis, berakar pada nilai kebangsaan, serta memiliki wawasan global.

“Forum ini wadah sinergis antara akademisi, pemimpin publik, dan praktisi untuk saling belajar, berbagi inspirasi, serta memberikan apresiasi kepada individu-individu yang menunjukkan dedikasi dan kecemerlangan sebagai teladan kepemimpinan,” jelas Rektor ITB saat membuka jalannya acara.

Forum tahunan yang diadakan oleh SBM ITB sejak tahun 2010 tersebut  menjadi ruang refleksi dan pembelajaran kepemimpinan bagi sivitas akademika dan alumni SBM ITB. 

Leadership Night 2025 bukan sekadar agenda formal tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi SBM ITB untuk menyatukan komunitas kampus dan alumni dengan pemimpin nasional serta menegaskan arah strategis pendidikan tinggi dalam membentuk kepemimpinan masa depan.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post