Adhiguna Kuncoro, alumni ITB, menorehkan prestasi global sebagai peneliti di Google DeepMind dengan riset bahasa alami (NLP) yang berpotensi membawa manfaat nyata bagi Indonesia dan dunia.
SATU lagi alumni ITB kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung global. Pemuda itu adalah Adhiguna Kuncoro, alumni Teknik Informatika ITB angkatan 2009.
Ia kini menjadi peneliti senior di Google DeepMind, sebuah laboratorium riset kecerdasan buatan (AI) di London yang menjadi pusat inovasi dunia.
Fokus risetnya sendiri adalah mengajarkan mesin untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia, bidang yang dikenal sebagai Natural Language Processing (NLP).
Namun jika ditelisik kebelakang, awal mula ketertarikan Adhi sendiri pada bidang AI berawal saat kuliah di Teknik Informatika ITB.
Adhi sudah menyukai bidang linguistik komputasional, yaitu bagaimana komputer bisa “mengerti” bahasa manusia.
Dari situ, ia mulai mendalami Natural Language Processing (NLP) sebagai pintu masuk ke AI.
Ketertarikannya semakin kuat ketika ia melanjutkan studi ke luar negeri, di mana ia melihat langsung bagaimana riset AI, khususnya pemahaman bahasa, bisa berkembang pesat dan membuka banyak peluang.
Dalam suatu wawancara, ia pernah menyebut bahwa yang membuatnya jatuh hati pada AI adalah tantangan intelektualnya.
“Bahasa itu kompleks sekali. Tidak sekadar kata-kata, tetapi juga makna, konteks, dan budaya. Tantangan membuat mesin bisa memahami bahasa seperti manusia itulah yang membuat saya tertarik mendalaminya,” kata Adhi dalam suatu YouTube berjudul “Ceritanya Developer” podcast yang dikutip pada 21 Agustus 2025.
Demi menggapai mimpinya untuk mendalami bidang NLP, seusai lulus dari ITB pada tahun 2013 lalu, ia kemudian diterima di University of Oxford di program Master of Science of Computer Science yang berfokus pada jalur minat computional lingustics di tahun yang sama.

Menurut akun Linkedinnya, Adhiguna Kuncoro, selepas lulus dari University of Oxford pada 2014, Adhi melanjutkan pendidikan master keduanya dalam bidang riset NLP di Carnegie Mellon University (CMU) tahun 2015, salah satu pusat NLP terbaik dunia.
Adhi juga telah malang melintang di berbagai institusi ternama dunia sebagai seorang peneliti. Tercatat, ia pernah magang di The World Bank, Nara Institute of Science and Technology, dan University of Washington, dan Carnegie Mellon University sebelum akhirnya resmi berkarir di Google DeepMind.
Dari sana, pintu menuju DeepMind terbuka. Sejak 2017, ia tercatat sebagai satu-satunya peneliti asal Indonesia yang ditempatkan di markas riset AI raksasa teknologi Google yang berada di London, Inggris itu.
Fokus Riset di DeepMind
Adhi mengawali kariernya di DeepMind sebagai seorang Research Scientist hingga sekarang. Di DeepMind, kontribusinya berfokus pada struktur bahasa.
Ia meneliti bagaimana AI bukan hanya sekadar “menghafal” kata, tetapi juga memahami hubungan antar kata dalam kalimat, tata bahasa, hingga nuansa makna.
Penelitian ini menjadi fondasi bagi kemampuan model bahasa modern seperti Gemini, chatbot cerdas milik Google, untuk bisa berkomunikasi dengan manusia secara lebih natural.
Menurut profil akademiknya di openreview.net, meski dikenal luas lewat kontribusinya pada Natural Language Processing (NLP), lingkup riset Adhi di DeepMind mencakup empat bidang utama:
- Natural Language Processing (NLP) – Mengembangkan teknologi agar mesin dapat memahami dan menghasilkan bahasa manusia secara alami.
- Structured Prediction & Grammar-based Models – Merancang model bahasa yang bisa memahami tata bahasa (syntax) dan hubungan antar-kata, sehingga AI tak sekadar menghafal kata, tetapi juga mengerti maknanya.
- Multilingual Learning – Meneliti cara AI dapat belajar memahami berbagai bahasa, termasuk bahasa dengan sumber daya terbatas, sesuatu yang relevan bagi Indonesia dengan ratusan bahasa daerahnya.
- Eksperimen Machine Learning – Melakukan pengujian ide-ide baru yang seringkali berujung pada kegagalan, tetapi justru dari situ muncul terobosan yang membentuk arah riset AI ke depan.
Tak hanya aktif menjadi seorang peneliti di Google DeepMind, Adhi juga bekerja sambil melanjutkan pendidikan doktoralnya di University of Oxford sejak 2017.
Ia pun berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Oxford dalam bidang Computer Science itu pada tahun 2022 dan mendapatkan gelar DPhil (Doctor of Philosophy).
Potensi Riset NLP Bagi Indonesia
Bagi Adhi, riset NLP bukan semata-mata soal kecanggihan teknologi. Ia melihat potensi besar untuk menghadirkan manfaat nyata, terutama bagi Indonesia.
“Saya selalu berharap apa yang saya lakukan di sini bisa punya dampak positif untuk Indonesia, entah itu di bidang pendidikan atau kesehatan,” katanya mengutip dari BBC Indonesia pada 21 Agustus 2025.
Adhi percaya bahwa hasil riset ini dapat memberi dampak nyata, termasuk di Indonesia. AI, menurutnya, bisa membantu guru menjelaskan pelajaran di daerah terpencil atau mendukung tenaga medis menyampaikan informasi yang akurat di wilayah sulit dijangkau.
Ia memberi contoh konkret: AI bisa digunakan untuk membantu siswa di daerah terpencil memahami pelajaran matematika secara interaktif, atau mendukung tenaga medis menyampaikan informasi akurat di wilayah sulit dijangkau.
Meski kini berkarya di panggung global, Adhi tetap peduli pada generasi muda Indonesia.
Ia kerap membuka diri untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri.
“Kalau ada mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, jangan sungkan untuk menghubungi. Saya ingin berbagi pengalaman supaya lebih banyak anak muda kita bisa menembus panggung dunia,” tulisnya dalam profil akademik di Openreview.net.
Dengan jejak akademik dan profesional yang gemilang, kehadiran Kuncoro di DeepMind tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda tanah air untuk terus bermimpi dan berkiprah di level dunia.
Sumber: Openreview.net, Linkedin: Adhiguna Kuncoro, & Podcast Cerita Developer by Eksperimen Pemrogaman (2021).





