Berawal dari Ruko Kecil, Torch.id Karya Ben Wirawan Kini Tembus Forbes Asia 100 to Watch 2025

Fachrizal Hutabarat

PERJALANAN membangun perusahaan rintisan kerap diasosiasikan dengan dunia teknologi. Namun, kisah Ben Wirawan (Desain Produk ITB ’94) menunjukkan jalur berbeda. Bersama rekannya, ia memulai Torch.id tahun 2015 dari sebuah ruko kecil di Bandung dengan tim yang hanya berjumlah sekitar enam orang. 

Brand yang awalnya fokus pada perlengkapan traveling seperti tas, koper, hingga clothing tersebut perlahan berkembang menjadi perusahaan ritel dan e-commerce nasional, hingga akhirnya masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025 kategori E-commerce & Retail.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Torch.id mengalami pertumbuhan sangat pesat. Ben menuturkan bahwa sejak berdiri, bisnisnya tidak pernah diposisikan sekadar sebagai penjual produk, melainkan sebagai pembangun merek. 

“Kita harus membuat produk yang relevan sepanjang waktu (timeless), strategi utama adalah menciptakan customer journey yang personal. Semakin lama pesan itu dibicarakan oleh banyak orang, semakin lama pesan itu dibicarakan oleh banyak orang, semakin baik dampaknya bagi brand” ujar Ben Wirawan pada Studium Generale di Aula Barat ITB, Rabu, 18 Februari 2026 lalu mengutip dari akun Instagram @santosoim.    

Pendekatan ini membuat Torch tidak hanya menjual tas atau perlengkapan perjalanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman serta kedekatan emosional dengan konsumennya.

Selain meraih Forbes Asia 100 to Watch 2025, Torch.id juga telah meraih banyak penghargaan lain seperti Bangga Buatan Indonesia 2020, Indonesia Good Design 2019, dan Golden Bauhinia China 2020.

Merancang Produk yang Berawal dari Keresahan Pribadi

Awal mula Torch.id berdiri pun dimulai Ben dari pengalaman pribadinya sendiri. Om Ben yang pernah pergi umrah, membawa sandal yang ukurannya terlalu besar sehingga tak dapat dimasukkan ke dalam masjid.

Saat berdesak-desakkan dengan jamaah lainnya, bagian belakang sandalnya terinjak oleh orang lain sampai Om Ben terjatuh. Ia kemudian memutuskan mendesain sebuah sandal khusus untuk umrah & haji dan menjadi produk pertama yang laku di torch secara online. 

Cara Membangun Brand Sukses Ala Om Ben

Untuk mencapai tahap tersebut, Ben mengandalkan pola pikir eksperimen berkelanjutan. Ia menerapkan metode lean startup melalui siklus build–measure–learn dari metode lean startup, memulai dari produk sederhana (MVP), mengujinya ke pasar, lalu disempurnakan berdasarkan respons pelanggan secara berulang. 

Prinsip tersebut ia jalankan dengan menggabungkan desain, pemasaran, teknologi digital, dan manajemen bisnis dalam membangun Torch.id. Ben menilai pendidikan di ITB berperan besar membentuk cara berpikirnya, terutama dalam memecahkan masalah dan berani bereksperimen. 

Sulap Modal Rp 75 ribu rupiah menjadi Rp 9 Miliar

Strategi marketing Torch.id mengandalkan aspek digital marketing lewat kanal ecommerce sebagai ujung tombak pemasaran. Dilansir dari akun YouTube kasisousi, Om Ben awalnya mengeluarkan modal awal Rp 75 ribu untuk biaya ads dari APD yang ia buat dan berhasil mendapatkan keuntungan Rp 9 Miliar hanya dalam 2 bulan pertama!

Menurutnya, orang Indonesia pada saat itu sedang dalam keadaan takut (fear) yang memunculkan rasa kindness. Dari kindness tersebut, video APD buatan torch.id berhasil di share oleh banyak orang. 

Memanfaatkan IP Brand Internasional untuk Kolaborasi

Ke depan, Ben melihat peran penting brand lokal dalam transformasi ekonomi Indonesia. Ia mendorong pelaku usaha tidak berhenti pada level UMKM, tetapi naik kelas menjadi perusahaan produktif berbasis inovasi dan riset material agar tidak bergantung pada impor. 

Kolaborasi global Torch dengan berbagai IP internasional menunjukkan bahwa produk lokal dapat bersaing jika memiliki identitas dan kualitas yang kuat. Torch pun semakin dikenal dengan berkolaborasi dengan brand ternama seperti Marvel, One Piece, Gundam, hingga Petualangan Sherina.

Kisah Ben Wirawan memperlihatkan bahwa kewirausahaan tidak selalu berawal dari teknologi tinggi, melainkan dari konsistensi memahami manusia dan kebutuhan pasar. 

Dari sebuah ruko kecil di Bandung, Torch.id tumbuh menjadi brand yang diperhitungkan di tingkat Asia — sebuah perjalanan yang menegaskan bahwa kekuatan desain, pemikiran sistematis, dan keberanian mencoba tetap relevan dalam membangun bisnis masa kini, sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas alumni ITB untuk terus berinovasi dan memberi dampak luas bagi industri nasional.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post