Gagas 6 Inovasi Pengubah Paradigma Pertanian, Alumni ITB Sabet Bintang Jasa Pratama dari Presiden RI

Fachrizal Hutabarat

KONTRIBUSI alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali hadir di sektor pertanian nasional. 

Heri Sunarto, alumnus Teknik Mesin ITB angkatan 1989, menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas inovasi dan dedikasinya dalam mengembangkan teknologi pertanian berkelanjutan. 

Mengutip dari Sekretariat Kabinet RI, penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 yang digelar di Karawang, Jawa Barat.

Latar belakangnya sebagai insinyur mesin tidak membuatnya terpaku pada dunia industri semata. Sebaliknya, Heri justru membawa pendekatan rekayasa dan efisiensi ke sektor pertanian, bidang yang selama ini kerap dipandang tradisional, namun sangat menentukan ketahanan bangsa.

“Keilmuan teknik mesin mengajarkan saya bagaimana membangun sistem yang efisien, seperti mesin yang tak boros bahan bakar,” ujar Heri dalam wawancara pasca-penganugerahan, Rabu 7 Januari 2025.

Di lapangan, Heri selama ini dikenal sebagai penggagas sistem vertical farming terpadu berbasis zero waste

Ia mengembangkan model pertanian yang mengintegrasikan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Limbah dari satu aktivitas tidak dibuang, melainkan diolah kembali menjadi input bagi aktivitas lainnya. 

Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Pada praktiknya, lapisan paling atas, ia menanam komoditas hortikultura bernilai tinggi seperti cabai dan jahe, yang tumbuh subur di bawah sinar matahari optimal. 

Di tengah, kandang ayam modern menampung ratusan ekor unggas. Kotoran ayam mengalir ke lapisan bawah, menjadi media budidaya maggot (larva lalat tentara hitam) yang kaya protein. Maggot ini lalu dijadikan pakan utama untuk ayam dan ikan nila di kolam mina.

Kolam mina itu sendiri adalah keajaiban zero waste. Air limbah dari ternak diolah oleh mikroba alami, menghasilkan pupuk organik cair yang langsung dialirkan kembali ke tanaman atas. Sistem simbiosis mutualisme ini memastikan tak ada limbah terbuang.

“Ini seperti pabrik pupuk yang bekerja 24 jam tanpa listrik atau bahan kimia tambahan,” jelas Heri. 

Menariknya, Heri tidak hanya mengandalkan pendekatan teknik mesin. Ia juga memadukan pengetahuan lintas disiplin, termasuk farmasi dan mikrobiologi, khususnya dalam pengelolaan pakan dan pupuk berbasis mikroba. 

Sinergi keilmuan ini menjadikan sistem yang dikembangkannya adaptif, efisien, dan relevan dengan tantangan pertanian modern, mulai dari keterbatasan lahan hingga fluktuasi iklim.

Enam Inovasi yang Mengubah Paradigma Pertanian

Namun, Heri tak hanya berhenti pada satu model lewat vertical farming saja. Ia mengembangkan enam inovasi utama yang berpola industri, lengkap dengan mekanisasi pertanian untuk efisiensi maksimal:

  • Vertical farming atau kebun bertingkat: Memaksimalkan lahan sempit dengan susunan vertikal, cocok untuk urban farming.
  • Peternakan ayam terintegrasi: Produksi telur dan daging dengan pakan dari limbah organik.
  • Pertanian tanaman pangan dan hortikultura: Fokus pada komoditas harian seperti padi, sayur, dan rempah.
  • Pemanfaatan limbah sebagai pakan sapi dan kerbau: Limbah tanaman diolah menjadi silase berkualitas tinggi.
  • Peternakan sapi dan kerbau: Siklus tertutup dengan pakan murah dan pupuk dari kotoran.
  • Pengelolaan limbah berbasis simbiosis mutualisme: Semua elemen saling mendukung, mencapai zero waste 100%.

Menurut Heri, Inovasi ini telah diuji di lahan seluas 5 hektar milik Heri di Bekasi dan Karawang. Produktivitasnya melonjak 300% dibanding metode konvensional, dengan penghematan pupuk hingga 80%. 

“Kita tak perlu impor pupuk lagi. Alam menyediakan segalanya,” tegas Heri.

Inovasi Hari Sunarto Sejalan dengan Agenda Swasembada Pangan 2025 Pemerintah

Dalam konteks nasional, inovasi Heri Sunarto sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan

Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa swasembada pangan tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan, melainkan membutuhkan pelaku-pelaku di lapangan yang mampu menghadirkan solusi konkret. 

Mengutip laman resmi Sekretaris Kabinet, selain Heri, Presiden Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta tanda kehormatan lain bagi petani, penyuluh, dan praktisi dari berbagai daerah. 

Acara Panen Raya itu menandai swasembada pangan 2025, capaian kolektif yang melibatkan 30 juta petani nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Swasembada pangan bukan mimpi pemerintah saja, tapi hasil keringat petani seperti Heri Sunarto. 

“Mereka yang bekerja di sawah dan ladang adalah tulang punggung bangsa,” kata Prabowo mengutip dari laman Setkab RI. 

Presiden mengapresiasi bagaimana inovator seperti Heri mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik lokal, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan pendapatan petani. 

Kedepannya, Heri berharap agar model inovasi yang ia gagas mampu direplikasi oleh seluruh petani di Indonesia.  Presiden pun berjanji dukungan penuh untuk skalabilitas inovasi tersebut melalui program Kementerian Pertanian.

Inspirasi bagi Generasi Muda dan Alumni ITB

Penghargaan Bintang Jasa Pratama ini sekaligus menjadi refleksi peran alumni perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat. 

Kiprah Heri Sunarto menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium, tetapi juga dari keberanian menerjemahkan keilmuan menjadi solusi yang membumi dan berdampak luas.

Dari kampus ke sawah, dari ruang kelas ke lahan pertanian, kontribusi Heri sebagai alumni ITB ini menunjukkan bahwa keilmuan teknik dapat memberi dampak luas ketika diterjemahkan menjadi solusi yang membumi. 

Hal ini menandakan  bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium, tetapi juga dari keberanian untuk turun langsung dan menjawab persoalan nyata masyarakat.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post