ITB & Rumah Amal Salman Peduli Banjir Sumatera, Ajak Masyarakat Partisipasi untuk Donasi Kemanusiaan

Fachrizal Hutabarat

GELOMBANG banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November lalu meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga. 

Di tengah situasi darurat itu, keluarga besar ITB bergerak cepat. Melalui sinergi antara Institut Teknologi Bandung, Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), dan Rumah Amal Salman, bantuan kemanusiaan disiapkan untuk menjangkau para penyintas di wilayah paling terdampak.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 27 November 2025, tercatat 34 orang meninggal dunia, 52 warga dinyatakan hilang, serta ribuan penduduk terdampak dan mengungsi. Jumlah tersebut pun dapat mengalami peningkatan.

Peristiwa ini mendapatkan perhatian dari para pakar Institut Teknologi Bandung (ITB), khususnya dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), yang memandang bahwa fenomena ini merupakan dampak dari interaksi antara faktor atmosfer, kondisi geospasial, dan kapasitas tampung wilayah.

Menurut Ketua Program Studi Meteorologi, Dr. Muhammad Rais Abdillah, S.Si., M.Sc., dari Kelompok Keahlian Sains Atmosfer, menjelaskan bahwa karakteristik curah hujan di wilayah ini memang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Memang wilayah Tapanuli sedang berada pada musim hujan, karena Sumatera bagian utara memiliki pola hujan sepanjang tahun atau dua puncak hujan dalam satu tahun, dan saat ini berada pada puncaknya,” ujarnya mengutip dari itb.ac.id.

Lebih lanjut, Rais menjelaskan bahwa curah hujan pada periode tersebut tergolong sangat lebat. Berdasarkan data lapangan dan laporan media, sejumlah wilayah mencatat curah hujan lebih dari 150 milimeter, bahkan terdapat stasiun BMKG yang mencatat curah hujan lebih dari 300 milimeter, yang dikategorikan sebagai curah hujan ekstrem.

Oleh karena itu, dalam merespons musibah tersebut, Gerakan ini dipimpin oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB bersama IA ITB pusat serta pengurus wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. 

Jaringan relawan Rumah Amal Salman melengkapi kolaborasi ini, memastikan distribusi bantuan bisa dilakukan secara efektif hingga ke area yang sulit diakses.

Jenis bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan esensial — makanan siap saji, hygiene kit, selimut, dan perlengkapan harian. 

Tak hanya itu, tim juga menyiapkan akses internet satelit (Starlink) untuk memulihkan komunikasi warga dan relawan di daerah yang terisolasi. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan rumah.

Gerakan ini turut mengajak publik untuk berpartisipasi melalui donasi yang disalurkan langsung ke rekening resmi Rumah Amal Salman untuk tiga provinsi terdampak. 

Setiap kontribusi dipastikan digunakan untuk kebutuhan darurat para penyintas di lapangan.

Melalui langkah cepat ini, ITB dan para alumninya menegaskan kembali semangat caring leadership—bahwa ilmu, jejaring, dan kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari mandat intelektual. 

Rekening Bantuan Banjir dan Longsor Sumatera.

ITB, Ikatan Alumni, dan Rumah Amal Salman pun mengajak masyarakat berpartisipasi melalui infak kemanusiaan. Donasi akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan darurat di tiga wilayah terdampak.


Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui rekening berikut ini:

Aceh: BSI: 6333888335

Sumatera Utara: BSI: 6336334246

Sumatera Barat: BSI: 6336334337

a.n. Yayasan Rumah Amal Salman

Informasi & Konfirmasi: wa.me/628112228333

ITB menyampaikan doa dan solidaritas bagi seluruh penyintas agar diberikan kekuatan, perlindungan, serta pemulihan yang segera.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post