PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih kepada beberapa jajaran menteri. Reshuffle kabinet itu diumumkan pada 8 September 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Pergantian jajaran Kabinet Merah Putih ini mengacu kepada Keputusan Presiden Nomor 80/MP/2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Dalam perombakan ini, beberapa kursi penting berganti wajah, termasuk posisi Menteri Keuangan yang kini diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa (EL’83), menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Penunjukan Purbaya menjadi sorotan publik, mengingat latar belakangnya sebagai ekonom senior sekaligus alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya dikenal sebagai sosok ekonom yang konsisten menyuarakan pentingnya stabilitas fiskal dan peran negara dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Tantangan Besar Menanti Purbaya Yudhi Sadewa
Masuk ke kursi Menteri Keuangan menggantikan sosok berpengalaman seperti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa langsung dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan.
Ia pun diberikan target oleh presiden untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Namun, Purbaya menegaskan bahwa target 8 % pertumbuhan ekonomi bukan janji yang bisa dicapai dalam tempo singkat, tapi pemerintah akan terus bergerak menuju angka tersebut secara realistis.
“Bukan bakal dikejar 8 %, kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa nggak besok 8%? Kalau saya bilang bisa, kan saya nipu, tapi kita bergerak ke arah sana,” kata Purbaya selepas pelantikan pada Senin, 8 September 2025.
Lewat target tersebut, Purbaya dihadapkan bagaimana menyeimbangkan ambisi pertumbuhan tinggi, seperti target pertumbuhan ekonomi 8 % dan program makan gratis 1,5 % dari PDB dengan menjaga fiscal sustainability.
Secara keseluruhan, Purbaya akan menghadapi tantangan besar, yaitu menjaga citra fiskal negara tetap kredibel demi menjaga kepercayaan pasar, sekaligus mendukung agenda sosial dan pertumbuhan ambisius yang diusung oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebuah keseimbangan penuh tantangan di tengah dinamika global dan nasional yang sedang memanas.
Rekam Jejak dan Karier dari Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa memiliki rekam jejak panjang di dunia riset ekonomi, pasar modal, hingga pemerintahan sebelum akhirnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan. Lahir di Bogor, Jawa Barat pada 7 Juli 1964.
Ia menempuh pendidikan sarjana di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), lalu melanjutkan studi magister dan doktoral di bidang ilmu ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat. Karier profesionalnya dimulai di sektor swasta sebagai field engineer Schlumberger Overseas SA (1989–1994), sebelum beralih ke dunia riset ekonomi.
Purbaya tercatat sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005), kemudian menjabat Chief Economist Danareksa (2005–2013), serta menjadi Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas (2006–2008) dan Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (2013–2015). Rekam jejaknya di lembaga riset dan pasar modal membentuk reputasi kuat sebagai ekonom dengan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar keuangan.
Karier birokrasi Purbaya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.
Pada 2020, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jabatan yang diembannya hingga 2025. Di posisi ini, ia berperan penting dalam menjaga stabilitas perbankan nasional, terutama di masa pandemi Covid-19.
Rekam jejak inilah yang kemudian mengantarkannya dipercaya memimpin Kementerian Keuangan sebagai penerus estafet Sri Mulyani, dengan harapan mampu menjaga kesinambungan fiskal sekaligus menghadirkan inovasi kebijakan sesuai visi pemerintahan baru.
Reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 juga membawa perubahan signifikan di sejumlah kementerian. Selain pelantikan Purbaya menggantikan Sri Mulyani, pergantian juga terjadi di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), di mana Abdul Kadir Karding digantikan oleh Mukhtarudin.
Sementara itu, Budi Arie Setiadi menyerahkan kursi Menteri Koperasi kepada Ferry Juliantono. Posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang ditinggalkan Dito Ariotedjo masih belum terisi karena penggantinya belum hadir saat pelantikan.
Selain reshuffle, Prabowo juga mengumumkan pembentukan Kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin Mochamad Irfan Yusuf dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Sedangkan, posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang sebelumnya dijabat Budi Gunawan kini untuk sementara diisi secara ad interim karena penggantinya belum ditentukan.
Dengan latar belakang akademis dan profesional yang solid, publik menaruh harapan besar bahwa Purbaya dapat melanjutkan tradisi pengelolaan fiskal yang prudent sekaligus adaptif terhadap dinamika global.
Pengalaman panjangnya di lembaga keuangan negara diyakini akan memperkuat upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.





