GELARAN Pasar Seni ITB 2025 mendatang akan menghadirkan terobosan baru lewat program Adicitra Ganesha, sebuah pameran sekaligus lelang seni eksklusif yang mempertemukan karya para maestro nasional, alumni ITB, hingga seniman lintas kota.
Acara ini dirancang sebagai wadah creative fundraising dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), yang menggabungkan apresiasi seni dengan inovasi dan keberlanjutan.
Menurut Wakil Rektor ITB, Andryanto Rikrik Kusmara, kehadiran Adicitra Ganesha menunjukkan pergeseran Pasar Seni ITB ke arah ekosistem seni yang berkelanjutan.
“Kami berharap gelaran ini bukan hanya event sekali datang, tetapi mampu mendorong lahirnya ekosistem kreatif yang berkelanjutan, baik di kampus maupun masyarakat. Mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas kami ajak untuk berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi melalui Pasar Seni ITB,” ujarnya mengutip dari rilis resmi Pasar Seni ITB 2025.
Sementara itu, Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan, menambahkan bahwa festival tahun ini dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas batas.
“Pasar Seni bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi momentum lintas batas yang menyatukan seniman, masyarakat, dan berbagai sektor untuk bergerak bersama. Dengan dukungan media, kami berharap pesan ini menjangkau lebih luas,” ungkapnya.
Nantinya, lelang Adicitra Ganesha akan menampilkan karya-karya dari seniman besar seperti Tisna Sanjaya, Entri Soemantri, Isa Perkasa, Nia Gautama, hingga Studio Pancaroba, bersama dengan deretan nama alumni ITB. Serta, pidato kebudayaan dari mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Tidak hanya menjadi ruang pamer, program ini juga berperan sebagai sarana mempertemukan seniman, kolektor, dan masyarakat luas dalam satu momen kolaboratif.
Lelang utama dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2025, beberapa hari sebelum festival dibuka untuk publik pada 18–19 Oktober di kampus ITB, Bandung.
Seluruh hasil lelang akan disalurkan ke Dana Lestari Pendidikan dan Seni, sebuah dana abadi yang ditujukan untuk mendukung pendidikan tinggi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang seni dan kreativitas.
Pasar Seni ITB Kembali Bangkit

Pasar Seni ITB terakhir kali digelar pada 2014 dengan rekor pengunjung mencapai 700 ribu orang.
Tahun ini, festival yang telah menjadi ikon sejak 1972 tersebut hadir dengan konsep yang lebih segar, menghadirkan 257 tenant, panggung pertunjukan musik, food truck, serta merchandise eksklusif.
Panitia menargetkan 600 ribu pengunjung akan meramaikan kawasan kampus ITB selama tiga hari penyelenggaraan.
Dengan hadirnya Adicitra Ganesha, Pasar Seni ITB 2025 tidak hanya melanjutkan tradisi festival seni terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga membuka babak baru sebagai wadah inovasi, kolaborasi, sekaligus kontribusi nyata bagi pendidikan dan seni di Indonesia.





