Raih Predikat Kelas Dunia, 16 Peneliti ITB Masuk World’s Top 2% Scientists 2025

Fachrizal Hutabarat

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Sebanyak 16 dosen dan penelitinya berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025 yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier. 

Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 14 nama, sekaligus menegaskan konsistensi ITB sebagai salah satu pusat riset terkemuka di Indonesia.

Pencapaian ini menyoroti kiprah para ilmuwan lintas bidang, mulai dari teknologi, sains murni, hingga perencanaan wilayah. Salah satunya adalah Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Fakultas Teknologi Industri yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi. 

Kehadiran nama Brian menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kiprah akademisi bisa selaras dengan tanggung jawab di ranah kebijakan nasional.

Dalam bidang akademik, Brian telah mengerjakan ratusan projek serta menerbitkan ratusan publikasi. Brian menerbitkan 329 artikel ilmiah yang tercatat dalam indeks Scopus dan telah disitasi sebanyak 5,618 kali dengan h-indeks 38.

Karya-karyanya yang inovatif juga telah mendapatkan pengakuan berupa beberapa paten, sebagai bentuk perlindungan intelektual untuk hasil riset yang dapat dikembangkan menjadi produk industri.

Selain Brian, para peneliti ITB lainnya juga tercatat memiliki kontribusi penting dalam publikasi ilmiah bereputasi internasional dan paten yang berpotensi memberi manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat. 

Pencapaian ini menunjukkan bahwa kualitas penelitian dari kampus Ganesha tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memberi dampak di level global.

Kebanggaan atas pencapaian ini tak hanya menjadi milik civitas akademika ITB, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. 

Dengan semakin banyaknya ilmuwan tanah air yang diakui dunia, harapannya riset dari perguruan tinggi dapat terus berkembang, memberikan solusi atas tantangan bangsa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ilmu pengetahuan internasional.

Adapun 16 peneliti ITB yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2025 adalah:

  1. Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D. (FTI ITB)
  2. Prof. Dr. Ferry Iskandar, M.Eng. (FMIPA ITB)
  3. Prof. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D. (SAPPK ITB)
  4. Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (FTI ITB)
  5. Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si. (FMIPA ITB)
  6. Dr. Ir. Agung Wahyu Setiawan, M.T., IPM., ASEAN Eng. (STEI ITB)
  7. Dr. Megawati Zunita, S.Si., M.Si. (FMIPA ITB)
  8. Antonius Indarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (FTI ITB)
  9. Dr. Eng. Dwi Hantoko, S.T., M.T. (FTI ITB)
  10. Prof. Dr. Ir. I. Suwarno, M.T. (STEI ITB)
  11. Dr. Rudi Dungani, S.Hut., M.Si. (SITH ITB)
  12. Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si. (SF ITB)
  13. Ir. Pramudita Satria Palar, S.T., M.T., Ph.D. (FTMD ITB)
  14. Alm. Prof. Dr. Ir. Pekik Argo Dahono (STEI ITB)
  15. Dr. Eng. Achmad Munir, S.T., M.Eng. (STEI ITB)
  16. Taufiq Hidayat, Ph.D. (FTTM ITB)


Mengutip dari itb.ac.id, pada tahun sebelumnya, 2024, ITB telah mencatatkan 14 nama dosennya dalam daftar yang sama. Tahun ini, jumlah tersebut meningkat menjadi 16 orang. 

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi (WRRI) ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. mengatakan, “Peningkatan ini mencerminkan konsistensi ITB dalam menjaga mutu riset, publikasi, serta kontribusi akademiknya di tingkat global.”

Prestasi ini juga menegaskan reputasi ITB sebagai salah satu pusat keunggulan riset di Indonesia, yang mampu melahirkan ilmuwan dengan pengaruh signifikan di berbagai bidang keilmuan. 

Sekaligus menjadi komitmen ITB untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, memperluas kolaborasi internasional, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post