INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatat sejarah dengan suksesnya penyelenggaraan Wondr ITB Ultra Marathon 2025 yang digelar pada 26-28 September 2025.
Ajang lari estafet ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga sebuah gerakan sosial yang bertujuan menghimpun dana untuk program Dana Lestari ITB.
Menurut Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, Dana Lestari ITB merupakan dana abadi yang dikelola alumni guna mendukung keberlangsungan pendidikan, penelitian, serta pengembangan kampus, serta berbagai inisiatif strategis lainnya di ITB.
Pada edisi 2025 ini, kegiatan lari marathon tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1,25 miliar. Dana sebanyak itu dihimpun dari berbagai latar belakang seperti guru SD hingga alumni.
“Penyumbang Dana Lestari berlatar belakang beragam. Ada guru SD yang menyumbang Rp 20.000. Dia bilang, jangan dilihat angkanya, tapi untuk pengembangan pendidikan di ITB. Siapa pun boleh menyumbang. Dana tersebut diaudit serta penggunaannya transparan,” tutur Tatacipta yang juga merupakan pemimpin tim Lestari GBFIT mengutip dari situs resmi itb.ac.id.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto mengatakan, kegiatan ini menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi di Indonesia. Apalagi, puluhan guru besar ITB juga ikut ambil bagian dalam ajang ini.
Para guru besar itu berasal dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB dengan semangat yang sama, yaitu berlari demi keberlanjutan pendidikan.
“Ini adalah satu hal yang luar biasa. Saya berharap, ini menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain sehingga praktik baik seperti ini bisa dicontoh,” ungkap Brian yang turut berlari sebagai pemimpin Tim Dana GBFIT pada ITB Ultra Marathon 2025.

Perhelatan ini diikuti lebih dari 1.800 pelari yang berasal dari alumni, mahasiswa, para Guru Besar ITB, hingga masyarakat umum. Mereka menempuh rute sepanjang 180 kilometer dari Jakarta hingga Bandung.
Ajang lari estafet ITB Ultra Marathon menghadirkan rute sepanjang 180 kilometer yang terbagi dalam berbagai kategori, yaitu Individual (180K), Relay 2 (90K), Relay 4 (45K), Relay 6 (30K), Relay 8 (22,5K), dan Relay 16 (11,25K).
Rute dimulai dari Graha BNI Jakarta, melewati Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, Cimahi, hingga garis finis di ITB Kampus Ganesha, Bandung.
Tidak hanya menjadi ajang reuni lintas generasi, ITB Ultra Marathon juga menghadirkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian sosial.
Antusiasme peserta dan dukungan publik menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana kolaborasi untuk tujuan yang lebih besar.
Dukungan dari berbagai kalangan, termasuk komunitas alumni di dalam maupun luar negeri, menegaskan kuatnya ikatan emosional antara alumni dengan ITB.
Dengan keberhasilan tahun ini, ITB Ultra Marathon 2025 kembali membuktikan diri sebagai ajang olahraga sekaligus gerakan sosial yang berdampak luas.
Kedepannya, kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh lebih besar dan konsisten, menjadi simbol dedikasi alumni ITB dalam menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi di Indonesia.





