KONSER Battle of the Bands UI vs ITB: Yellow Jacket vs Ganesha – Queen The Colossal Live resmi berakhir dengan meriah di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
Lebih dari sekadar perayaan musik dan reuni alumni, acara ini mendapat perhatian khusus pemerintah sebagai contoh konkret penguatan subsektor musik nasional berbasis kolaborasi komunitas dan jejaring alumni.
Konser yang mempertemukan alumni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikemas dengan simbol Yellow Jacket vs Ganesha, menghadirkan nuansa rivalitas kampus yang sehat dan bersahabat.
Lagu-lagu legendaris dari Queen seperti Bohemian Rhapsody, We Are the Champions, Don’t Stop Me Now, hingga Love of My Life dibawakan secara kolosal oleh musisi alumni UI dan ITB bersama musisi nasional, menciptakan pengalaman musikal lintas generasi.
Selain itu, Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenkraf), Irene Umar, menjadi penanda penting bahwa kegiatan berbasis alumni dan kampus memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Di hadapan ratusan penonton yang memadati Balai Sarbini, Irene menilai Battle of the Bands UI vs ITB mampu menunjukkan potensi besar subsektor musik ketika dikelola secara kolaboratif dan profesional.

“Battle of the Bands UI vs ITB menunjukkan bagaimana kreativitas, jejaring, dan kolaborasi dapat menjadi kekuatan nyata dalam memperkuat subsektor musik sebagai bagian dari the new engine of growth ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Irene mengutip dari sinarharapannet pada 6 Februari 2026.
Konser yang mempertemukan alumni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikemas dengan simbol Yellow Jacket vs Ganesha, menghadirkan nuansa rivalitas kampus yang sehat dan bersahabat.
Lagu-lagu legendaris dari Queen seperti Bohemian Rhapsody, We Are the Champions, Don’t Stop Me Now, hingga Love of My Life dibawakan secara kolosal oleh musisi alumni UI dan ITB bersama musisi nasional, menciptakan pengalaman musikal lintas generasi.
Dari sisi produksi, acara ini menampilkan standar pertunjukan profesional dengan tata suara berkualitas tinggi, pencahayaan dinamis, visual videotron, serta pengambilan gambar multi-kamera.
Kualitas produksi tersebut, menurut Kementerian Ekonomi Kreatif, menjadi contoh bagaimana kegiatan komunitas dapat naik kelas dan memiliki nilai ekonomi sekaligus artistik.
Irene Umar juga menekankan bahwa sinergi antara musisi, komunitas alumni, institusi pendidikan, dan industri merupakan modal penting dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing musisi Indonesia, baik di tingkat regional maupun global. Model acara seperti Battle of the Bands dinilai mampu memperkuat rantai ekosistem musik, dari hulu hingga hilir.
Konser ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan alumni lintas kampus, termasuk Candra Darusman (alumni UI) dan Purwacaraka (alumni ITB) yang menjadi simbol pertemuan dua almamater besar dalam satu visi kreatif.
Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa alumni memiliki peran strategis sebagai penggerak ruang publik, tidak hanya dalam bidang profesional, tetapi juga seni dan budaya.
Dengan berakhirnya Battle of the Bands UI vs ITB, pesan yang mengemuka bukan hanya soal rivalitas kampus, melainkan tentang potensi besar subsektor musik ketika didorong melalui kolaborasi komunitas yang kuat.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjadikan ekonomi kreatif—khususnya musik—sebagai salah satu motor pertumbuhan baru Indonesia.





