Akibat kebocoran data pribadi, sejumlah mahasiswa dan alumni ITB diduga jadi korban penipuan dari nomor seluler 0888. Kini, kasus ini tengah diselidiki pihak kampus ITB.
SEJUMLAH mahasiswa dan alumni ITB melaporkan kebocoran data pribadi ke pihak kampus ITB. Laporan ini muncul setelah mereka menerima panggilan dari nomor telepon seluler tidak dikenal berawalan 0888. Panggilan mencurigakan itu mengaku berasal dari kepolisian.
Salah seorang mahasiswi ITB melaporkan kejadian ini di akun X miliknya pada 27 April lalu. Menurutnya, dirinya dan beberapa temannya dihubungi oleh Polda Jawa Barat untuk segera datang ke kantor polisi atas dasar pencucian uang.
“Aku dan beberapa kawanku dari berbagai fakultas baru saja dihubungi scammers, modusnya disuruh ke kantor Polda Jabar atas dasar pencucian uang. Khawatirnya data satu ITB bocor. Yang merasa di telepon scammers boleh banget hubungi aku ya! Aku mau lapor,” kata akun X @jerapahkelabu milik mahasiswi ITB bernama Caca.
Akun @jerapahkelabu itu juga menyebut kalau panggilan itu sudah merambah sampai ke orang tua mahasiswa juga. Menurut akun tersebut, salah seorang orang tua mahasiswa dari FMIPA ITB juga sudah dihubungi panggilan penipuan itu. Akun itu mengimbau agar para mahasiswa juga memperingatkan orang tuanya agar selalu waspada.
“Update: Sudah merambah sampai ke orang tua murid. Jangan lupa ingatkan orang tuanya agar berhati-hati dalam menerima telepon terutama nomor dengan awalan 0888,” kata akun @jerapahkelabu.
Sementara itu, Menurut akun X @zhil_arf, kasus kebocoran data ini sudah meluas ke berbagai angkatan di ITB. Banyak mahasiswa & alumni ITB dari angkatan 2013 hingga 2023 yang melaporkan kejadian serupa.
“Korban termasuk angkatan 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023. Alumni yang sudah pindah ke Jerman juga kena,” kata akun X @zhil_arf pada 27 April 2025.
Akun @zhil_arf juga menyebut kasus ini sudah diketahui oleh ribuan warga, alumni, dan orang tua mahasiswa. Ada 2 kampus yang menjadi sasaran, yaitu Universitas Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Diketahui sudah ribuan warga, alumni, dan orang tua warga/alumni di 2 kampus jadi korban: ULM sejak Maret, dan ITB baru-baru ini,” katanya.
Selain itu, akun X @zhil_arf yang juga diduga sebagai korban, mengungkap beberapa fakta terkait panggilan tersebut. Menurutnya, panggilan itu dilakukan seorang polisi bernama AIPTU Indra Sugiono.
Pria tersebut mengaku mengetahui seluruh identitas diri mulai dari nama lengkap, domisili, dan NIK korban. Pria itu mengatakan bahwa KTP dan akun bank korban sedang dalam investigasi terkait pencucian uang. Jika si korban penerima panggilan tidak kooperatif, maka ia mengancam akan menangkap korban.
“Pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian dari “Kapolda XX”, di mana “XX” adalah provinsi sesuai alamat di KTP korban. Pelaku menyatakan bahwa KTP dan akun bank korban sedang dalam penyelidikan terkait kasus pencucian uang. Mereka mengaku sedang memeriksa data 200 orang lainnya.”
“Salah satu nama yang disebut pelaku adalah “AIPTU Indra Sugiono”, yang diklaim sebagai identitas polisi. Jika korban tidak kooperatif, pelaku akan langsung mengancam akan “menangkap” korban.” Kata akun @zhil_arf yang menyebut sumber informasi ini berasal dari mahasiswa Informatika ITB angkatan 2020 (IF’20).
Menanggapi berbagai laporan dari peristiwa yang meresahkan ini, Pihak ITB lewat keterangan resminya pada situs itb.ac.id Rabu, 30 April 2025 menegaskan bahwa panggilan tersebut merupakan bagian dari modus penipuan (scam).
Untuk menanggulangi hal tersebut, pihak ITB sedang melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penelusuran dan penanganan atas dugaan kebocoran data dan aktivitas penipuan tersebut.
Sebagai langkah preventif, ITB mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan alumni untuk tetap tenang dan tidak panik apabila menerima panggilan mencurigakan, mengabaikan serta tidak menanggapi permintaan apapun dari penelepon yang tidak dikenal, dan tidak melakukan transfer dana dalam bentuk apapun dengan alasan yang disampaikan oleh pihak yang tidak sah.
Untuk informasi dan bantuan lebih lanjut, jika ada pihak civitas akademik ITB yang merasa mendapatkan panggilan penipuan itu, dapat menghubungi Layanan WhatsApp ITB di nomor 081-1210-1920, sedangkan alumni dapat menghubungi layanan serupa di nomor 0823-1818-1959.
Selain itu, ITB juga menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang membutuhkan, yang dapat diakses melalui situs web Konseling Mahasiswa di https://konseling.kemahasiswaan.itb.ac.id/login atau melalui WhatsApp di nomor 0858-7111-9135.
⚠️PENTING UNTUK WARGA ITB⚠️
— Caca (grateful era) (@jerapahkelabu) April 27, 2025
Aku dan beberapa kawanku dari berbagai fakultas baru aja dihubungi scammers, modusnya disuruh ke kantor polda jabar atas dasar pencucian uang.
Khawatirnya data satu ITB bocor
Yang merasa ditlp scammers boleh bgt hubungi aku ya! Kami mau lapor pic.twitter.com/SgMGTiU8Dt





