IATI ITB dan Menaker Tinjau Program Kafe Inklusif Kopi Kamu, Dorong Kesetaraan Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

Fachrizal Hutabarat

IKATAN Alumni Teknik Industri ITB (IATI ITB) bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menaker, Yassierli melakukan kunjungan ke Kopi Kamu, sebuah kafe inklusif yang berlokasi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Februari 2025. 

Kunjungan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara IATI ITB, Kemnaker RI, Persatuan Orang Tua dengan Sindrom Down (POTADS), dan Kopi Kamu dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya individu dengan Down Syndrome.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan IATI ITB dan Kementerian Ketenagakerjaan meninjau langsung aktivitas para barista Down Syndrome yang bekerja di Kopi Kamu. 

“Insya Allah, tenaga kerja disabilitas tidak hanya dilatih, tapi juga diberi ruang dan kesempatan oleh negara. Mohon doa dan dukungannya” kata Ketua IATI ITB, Safitri Siswono mengutip dari akun Instagram resminya @safitri_510.

Menurut Fitri, interaksi ini menjadi sarana pembelajaran bersama tentang bagaimana inklusivitas dapat diterapkan secara nyata, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai praktik sehari-hari di lingkungan kerja.

Kopi Kamu dikenal sebagai ruang kerja inklusif yang secara aktif melibatkan teman-teman dengan Down Syndrome dalam operasional kafe, mulai dari pelayanan hingga peracikan minuman. 

Melalui pendekatan berbasis kepercayaan dan pendampingan, kafe ini membuka kesempatan bagi mereka untuk berkarya secara mandiri sekaligus menunjukkan potensi produktivitas yang setara di dunia kerja.

Menaker Yassierli sendiri pun turut mengungkapkan kebahagiaannya saat kunjungan dan bertemu dengan para pekerja barista penyandang Down Syndrome. Menurutnya, setelah pertemuan ini, Kemnaker sepakat menindaklanjuti kerja sama pelatihan yang selaras dengan program Kemnaker untuk mendorong akses kerja yang inklusif.  

“Keyakinan saya sederhana: setiap orang punya potensi, dan tugas kita bersama adalah membuka jalannya agar mereka bisa tumbuh dan berkarya,” kata Yassierli mengutip dari akun Instagramnya @yassierli.

Kolaborasi lintas sektor ini membawa pesan kuat bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk berdaya dan berkontribusi jika diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan yang tepat. 

Inisiatif seperti Kopi Kamu dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil, beragam, dan berkeadilan sosial.

Sebelumnya, Kemnaker telah menyusun layanan ketenagakerjaan yang inklusif melalui program seperti Unit Layanan Disabilitas (ULD) di dinas ketenagakerjaan daerah. ULD berperan sebagai pusat informasi terpadu tentang pelatihan kerja, pasar kerja, sertifikasi kompetensi, bimbingan jabatan, dan perantaraan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. 

Selain itu, Kemnaker juga aktif mengajak perusahaan, BUMN, maupun mitra lokal untuk merekrut penyandang disabilitas dan memastikan penerapan undang-undang yang mengatur penempatan tenaga kerja disabilitas, termasuk Kopi Kamu. 

Termasuk adanya penandatanganan komitmen bersama dengan perusahaan di beberapa daerah agar proses rekrutmen menjadi lebih terbuka dan tidak diskriminatif.

Bagi IATI ITB, keterlibatan alumni dalam kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata dalam mendorong perubahan sosial melalui pendekatan profesional dan kemanusiaan. 

Sementara itu, kehadiran Kemnaker menegaskan komitmen negara dalam memperluas peluang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini merefleksikan pergeseran paradigma dunia kerja—bahwa produktivitas tidak lagi diukur dari keseragaman, melainkan dari kemampuan menciptakan ruang yang setara bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkontribusi. 

Dari secangkir kopi di Kopi Kamu, lahir pelajaran penting tentang kesetaraan, inklusi, dan masa depan dunia kerja yang lebih manusiawi.

Topik:
Share:
Facebook
X
LinkedIn
Threads
WhatsApp
Related Post