INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) bersama Bank Negara Indonesia (BNI) resmi menutup rangkaian Wondr ITB Ultra Marathon 2025 dengan semarak acara flag off fun run dan victory run di Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, pada Minggu, 28 September 2025.
Acara penutup ini sekaligus menjadi momentum kebersamaan ribuan pelari, alumni, civitas akademika, hingga masyarakat umum yang ikut berpartisipasi.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang di setiap kategori lomba.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara, Kepala BPUDL ITB Prof. Poerbandono, Ketua Ikatan Alumni ITB, Agustin Peranginangin serta jajaran alumni ITB dan donatur lainnya.
Menurut Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, Wondr ITB Ultra Marathon diadakan tidak hanya sekedar menjadi kompetisi olahraga.
Sejak 1968, BNI telah menjadi mitra strategis ITB, dan ke depan sinergi ini akan terus diperkuat agar memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan nasional dan masyarakat.
“BNI percaya bahwa keberlanjutan pendidikan adalah kunci mencerdaskan bangsa. Melalui ajang seperti wondr ITB Ultra Marathon, kita tidak hanya merayakan olahraga, tetapi juga meneguhkan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan Indonesia. Sukses untuk ITB, In Harmonia Progressio,” kata Eko mengutip dari situs resmi itb.ac.id.
Lewat dukungan penuh pada gelaran ini, BNI berkomitmen untuk terus mendampingi ITB melalui solusi perbankan yang relevan dengan kebutuhan institusi, mahasiswa, maupun alumni.
Sebelumnya, perhelatan yang diadakan pada 26-28 September 2025 ini diikuti lebih dari 1.800 pelari yang berasal dari alumni, mahasiswa, para Guru Besar ITB, hingga masyarakat umum. Mereka menempuh rute sepanjang 180 kilometer dari Jakarta hingga Bandung.
Ajang lari estafet ITB Ultra Marathon menghadirkan rute sepanjang 180 kilometer yang terbagi dalam berbagai kategori, yaitu Individual (180K), Relay 2 (90K), Relay 4 (45K), Relay 6 (30K), Relay 8 (22,5K), dan Relay 16 (11,25K).
Rute dimulai dari Graha BNI Jakarta, melewati Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, Cimahi, hingga garis finis di ITB Kampus Ganesha, Bandung.
Mengusung tema “Stronger Unity in Diversity”, Wondr ITB Ultra Marathon 2025 merepresentasikan perpaduan antara olahraga, kebersamaan, dan misi sosial.

Melalui penggalangan Dana Lestari ITB, kegiatan ini berhasil menghimpun dukungan dari berbagai kalangan untuk mendanai riset, pemberian beasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur pendidikan, hingga penguatan reputasi global ITB.
Dana abadi ini dikelola alumni ITB untuk menjamin keberlanjutan pendidikan, riset, serta pengembangan kampus, dan pada edisi tahun ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,25 miliar lewat ajang lari yang berlangsung sejak tahun 2017 ini.
Menurut Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara, kontribusi itu datang dari berbagai pihak, termasuk seorang guru SD yang menyumbangkan Rp 20 ribu sebagai wujud dukungan.
“Jangan dilihat angkanya, tapi untuk pengembangan pendidikan di ITB. Siapa pun boleh menyumbang. Dana tersebut diaudit serta penggunaannya transparan,” tutur Tatacipta.
Tidak hanya berfokus pada lomba, di kampus ITB Ganesha juga digelar bazaar alumni dan komunitas dengan promo menarik melalui Kartu BNI dan transaksi via QRIS Wondr by BNI.
Setiap transaksi memberikan kontribusi langsung ke Dana Lestari, sehingga partisipasi masyarakat tidak hanya terasa dalam sportivitas lari, tetapi juga dalam aksi sosial.
Kolaborasi ITB dan BNI pada ajang ini sekaligus menegaskan komitmen BNI sebagai mitra strategis perguruan tinggi.
Dukungan BNI bukan hanya berupa sponsorship, tetapi juga hadir melalui solusi perbankan berkelanjutan untuk kebutuhan institusi, mahasiswa, hingga alumni ITB.
Dengan keberhasilan ini, Wondr ITB Ultra Marathon 2025 tidak hanya menghadirkan energi sportivitas, tetapi juga memperkuat solidaritas alumni, civitas akademika, dan masyarakat luas.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa olahraga dapat menjadi medium kolaborasi besar demi memajukan pendidikan nasional.





